Hadapi New Normal, Peluang Bisnis di Penjualan Langsung Masih Terbuka Lebar

Senin, 29 Juni 2020 12:07
Belum ada gambar

Sejalan dengan Brandon Chia, Julianto Eka Putra, seorang Top Leader HDI yang berhasil dinobatkan menjadi Kick Andy Hero 2018 juga menggugah kesadaran para anggota APLI untuk membenahi reputasi Penjualan Langsung sebagai bentuk sumbangsih bagi bangsa.

“Dua kekuatan sektor bisnis Penjualan Langsung adalah leadership dan basic entrepreneurship skill. Untuk menjalankan bisnisnya, umumnya para member atau distributor MLM dan Penjualan Langsung dibekali berbagai keahlian praktis yang sangat bermanfaat mengokohkan jejak kami mereka di dunia bisnis. Problemnya, masyarakat masih memiliki stigma negatif terhadap bisnis MLM dan Penjualan Langsung. Padahal jika tidak ada stigma negatif, masyarakat akan lebih siap menerima pembekalan yang akan memperkaya skill mereka, ” papar Julianto Eka Putra yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di Penjualan Langsung dan melalui 3 kali krisis ekonomi, 1998, 2008 dan 2020 ini.

Sebagai langkah lanjutan, APLI akan mengadakan serangkaian kampanye video yang akan disebar menggunakan platform jejaring sosial YouTube, berisi motivasi dan inspirasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengembalikan semangat berusaha di era kenormalan baru. Kampanye video ini juga ditujukan untuk membangun reputasi positif sektor bisnis Penjualan Langsung, sebagai bisnis yang absah dan bermanfaat, sambil sekaligus juga menampilkan prestasi dan pencapaian sektor bisnis Penjualan Langsung yang memberikan peluang usaha bagi masyarakat Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Djoko Kumara, Wakil Ketua Urusan Internal juga menegaskan keyakinannya mengenai sektor Penjualan Langsung. “Intinya, there’s no easy money, bahkan di Penjualan Langsung, hasil usaha akan sepadan dengan usaha yang dilakukan. Bagaimanapun juga sektor usaha Penjualan Langsung membutuhkan kerja keras, komitmen, kedisiplinan dan konsistensi, sama seperti sektor usaha lain pada umumnya. Hanya saja 2 benefit utama dari sektor bisnis ini, pertama adalah empowerment, dimana tiap anggota, distributor atau enterpriser diharapkan menguatkan anggota lainnya dengan kelebihan masing-masing, serta enrichment, dimana perusahaan selalu berupaya memberikan pengayaan baik keahlian, maupun peluang bagi para membernya. Kami yakin metodologi ini akan bermanfaat bagi masyarakat untuk kembali menumbuhkan kekuatan ekonominya,” papar Djoko Kumara.(rls/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI