PLN Kembali Salurkan Sembako melalui Pemkot Makassar

Senin, 27 Juli 2020 18:48

PLN Kembali Salurkan Sembako melalui Pemkot Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tak hanya listrik, PLN juga senantiasa wujudkan kepedulian kepada masyarakat. Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN), PLN kembali salurkan bantuan, kali ini melalui Pemerintah Kota Makassar.

Secara simbolis, penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Senior Manager Pertanahan & Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan (UIP Sulbagsel) Andi Rosdian kepada Pj. Walikota Makassar Rudi Djamaludin.

Berlokasi di Posko Induk Pencegahan Covid-19 Kota Makassar, Gedung Balai Mutiara, bantuan ini terdiri dari 3 ton beras, 100 paket mie instan, 300 Kg gula pasir, 290 liter minyak goreng dan 1.152 buah ikan kaleng.

“Terimakasih kami ucapkan kepada PLN selaku BUMN yang telah sangat proaktif memberikan bantuan dalam penanganan Covid-19 di Kota Makassar,” tutur Rudi Djamaludin, Senin, 27 Juli.

Sebagaimana diketahui, ketahanan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat apalagi di masa pandemi sekarang. “Insya Allah segera tersalurkan pada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Senior Manager Pertanahan & Komunikasi PLN UIP Sulbagsel, Andi Rosdian mengatakan, dampak pandemi Covid-19 tentu sangat terasa bagi masyarakat secara ekonomi, oleh karena itu bantuan CSR PLN Peduli Sesama ini di peruntukkan bagi masyarakat Makassar yang membutuhkan pasokan bahan makanan.

“Semoga bantuan barupa sembako ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi baik yang secara langsung maupun secara ekonomi,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Andi Rosdian juga meminta doa restu dan dukungan kepada seluruh warga dan Pemerintah Kota Makassar terkait pembangunan tiga jaringan transmisi yang tengah berjalan di Kota Makassar.

Adapun pembangunan tersebut, yakni jaringan transmisi bertegangan 150 kiloVolt (kV) dari Punagaya (Jeneponto) sampai dengan Tanjung Bunga (Makassar), jaringan transmisi bawah tanah 150 kV Kima (Maros) sampai dengan Daya Baru (Makassar) serta jaringan transmisi bawah tanah 150 kV Tanjung Bunga sampai dengan Bontoala.

Komentar