Ekonomi 2021

Senin, 14 Desember 2020 17:04
Belum ada gambar

Misalnya, dari sisi kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari enam program pokok kebijakan yang dilakukan, ternyata hingga 30 November, teralisasi baru 62,9 persen (Rp437,49 T) dari pagu Rp695,2 T, dengan rata-rata pertumbuhan per bulan 29,3 persen.

Cukup efektif secara berurut, yakni program perlinsos, 90,3 persen; dukungn ke UMKM 86,4 persen; program sektoral K/L pemda, 55,1 persen; kesehatan, 42,2 persen; insentif usaha, 38,7 persen; dan pembiyaan korporasi, 3,3 persen.

Pada 2021, otoritas fiskal melalui Kemenkeu, program kerjanya difokuskan untuk percepatan pemulihan dan penguatan reformasi, melalui kebijakan yang bersifat ekspansif namun terkonsolidasi.

Untuk kepentingan tersebut, kebijakan strategis APBN 2021 akan menyasar beberapa target, mulai yang terbesar, yakni bidang pendidikan, infrastruktur, perlinsos, kesehatan, ketahanan pangan, bidang TIK, dan pariwisata.

Di sisi otoritas moneter melalui Bank Indonesia (BI), akan tetap konsisten dengan kebijakan baurannya (Mix Policy). Paduan kebijakan moneter dengan kebijakan sistem pembayaran melalui stabilitas nilai tukar dan kebijakan internasional. Kebijakan suku bunga rendah dan likuiditas longgar, serta digitalisasi sistem pembayaran.

Akhirnya, keberhasilan mengantisipasi berbagai persoalan terutama pemulihan perekonomian ke depan ditentukan oleh sinergi kebijakan dari otoritas strategi terkait. (*/rif-zuk)

Komentar

VIDEO TERKINI