Rugikan Petani, Aktivitas Tambang Rusak Saluran Irigasi

Senin, 4 Januari 2021 10:17

Suasana tambang batu bara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kbaupaten Bone. Aktvitas tambang di wilayah tersebut sangat merugikan petani. (Agung Pramono/fajar)

FAJAR.CO.ID, BONE — Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrengpulu sangat merugikan petani. Kondisi itu terjadi sudah tiga tahun.

Embun atau cekdam yang berada di Lapettang, Dusun Mari-mario, Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru tak bisa lagi dimanfaatkan. Semuanya sudah rusak. Termasuk saluran irigasi. Diduga kuat rusak karena aktivitas penambang.

Sumber FAJAR, XY mengemukakan, ada banyak petani yang merasahkan dampak kekeringan tersebut.”Sekitar 17 orang. Namun mereka takut bersuara. Sebab diancam oleh penambang mengatasnamakan aparat,” katanya, Minggu, 3 Januari.

Kata dia, saat ini sudah mulai memasuki musim bercocok tanam. Akan tetapi, tak ada upaya dari pihak perusahaan dalam hal ini PT Pasir Walannae untuk melakukan perbaikan cekdam dan saluran irigasi. “Ajjana kasi wassele bawang dilellug (jangan cuman keuntungan dikejar). Pikirkan juga masyarakat kasian,” keluhnya.

Sementara Direktur Iperasional PT Pasir Walannnae, Junaedy, mengaku sudah melakukan tahap reklamasi untuk lubang-lubang bekas tambang.”Penutupan untuk subkon yang bekerja sebelumnya sudah mulai dilaksanakan. Adapun nanti kalau ada yang tidak patuh kami laporkan ke polisi,” ucapnya.

Selain itu pihak PT Pasir Walannae juga mengeluh akibat perlakuan penambang yang menambang di atas izinnya. “Kami juga yang menderita dengan segala risiko dan beban. Malah mereka (subkon) yang menikmati usaha kami,” sebut Edy sapaan karibnya. (gung/dir)

Komentar

VIDEO TERKINI