Melihat Sisi Lain dari Pandemi, Peluang Pekerjaan di Era 4.0

Rabu, 21 Juli 2021 17:22

FAJAR.CO.ID, Jeneponto – Sebanyak 874 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Juli 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Public Policy Associate DANA Varrel Vendira Rizlah Putra, presenter dan penyiar radio Metha Margaretha, dosen Fakultas Psikologi UNM Muhammad Rhesa, dan VP Satu Tampa/dosen UTSU Lady Giroth. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari selaku penulis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Varrel Vendira Rizlah Putra yang membawakan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Kata dia, revolusi 4.0 menyebabkan banyak pekerjaan digantikan oleh teknologi sekaligus memunculkan jenis pekerjaan baru. Akibatnya, pasar tenaga kerja menjadi lebih menantang. “World Economic Forum menyebut 50 persen pekerja butuh reskilling untuk 2025. Keterampilan yang dulu tidak ada, sekarang dibutuhkan,” katanya.

Berikutnya, Metha Margaretha menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Sosialisasi e-Market bagi Para Pelaku UMKM”. Menurut Metha, UMKM wajib bertransformasi ke dunia digital agar bisa menjangkau pasar lebih luas, meminimalkan kehilangan pasar, menekan biaya operasional, dan mengejar pertumbuhan lebih cepat. “Manfaatkan aplikasi pembukuan dan kasir, aplikasi manajemen stok, memanfaatkan pemasaran digital, pembayaran digital, dan fitur BOT,” ucap Metha.

Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Rhesa membawakan tema “Mengarahkan Perilaku Konsumtif Menjadi Produktif dengan Usaha yang Minimal”. Ia berpendapat, aktivitas belanja daring naik berkali lipat sejak pandemi. “Pandemi menciptakan disrupsi teknologi. Sudah saatnya berpindah dari konvensional ke daring agar bisnis tetap memiliki prospek ke depan,” ujar Rhesa.

Komentar

VIDEO TERKINI