Waspada dan Teliti dalam Berbisnis di Dunia Maya

Kamis, 22 Juli 2021 20:06

FAJAR.CO.ID, GORONTALO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang dilaksanakan secara virtual pada 22 Juli 2021 di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Pada kali ini tema yang diangkat adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Sesi kali ini menghadirkan 648 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Peneliti Ekonomi LIPI, Nika Pranata; Anggota Ngobar, Julianur Rajak Husain; Pemengaruh (influencer) Yohana Djong; dan Pendiri Blod.id, Eko Putra Nasaru. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fadel Karnen selaku Podcaster. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Nika Pranata yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Kecakapan Digital sebagai Penjual pada E-Commerce: Membuka dan Mengelola Usaha Daring”. Menurut dia, daya tarik besar usaha daring karena murah dan mudah, potensi pasar luas dan bertumbuh, serta bisa diakses 24 jam tak boleh disia-siakan masyarakat. “Cermati peluang yang ada, tentukan produk, kelola usaha dengan memaksimalkan kelebihan dan mengantisipasi kekurangan dengan riset pasar, pesaing serta strategi penjualan,” jelasnya.

Berikutnya, Julianur Rajak Husain menyampaikan materi etika digital berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Daring”. Ia mengatakan dalam menjalankan usaha daring kita harus menerapkan etika yang baik, sopan, dan menarik perhatian pembeli. Penerapan komunikasi yang efektif, responsif, dan memperhatikan tanda baca, serta ejaan kata yang tepat juga perlu diperhatikan.

Sebagai pemateri ketiga, Yohana Djong membawakan tema budaya digital tentang “Mengubah Kebiasaan Konsumtif menjadi Produktif”. Menurut dia, perkembangan teknologi digital di dunia lokapasar kian memudahkan kita berbelanja yang apabila tak kita kontrol justru merugikan kita karena semakin boros. Terlebih banyak fasilitas hutang yang ditawarkan membuat kita terlena dan tanpa sadar menjerumuskan kita dalam lilitan hutang. “Inilah pentingnya mengkategorikan kebutuhan dan membedakannya dengan keinginan,” paparnya.

Komentar

VIDEO TERKINI