Astom Sulsel Sebut Penutupan Izin Retail Modern di Sinjai Langkah Mundur

Kamis, 5 Agustus 2021 11:33

Ilustrasi retail modern

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Asosiasi Suplier Toko Modern (Astom) Sulsel menanggapi kebijakan Pemkab Sinjai yang menutup perizinan retail modern. Hal itu dinilai sebagai langkah mundur dalam dunia bisnis.

Ketua Astom Sulsel, Makmur Mingko menganggap cara berpikir mundur dan tidak visioner lantaran menganggap kompetitor sebagai tantangan. Padahal, dengan adanya ritel modern sebagai kompetitor, pelaku usaha bisa lebih maju.

Misalnya, produk lokal bisa lebih berkualitas. Termasuk pelayanan dapat ditingkatkan dari pesaing tersebut. “Kalau kita merasa takut maka itu tidak bisa jadi pengusaha, dari pesaing kita bisa mengukur kelemahan yang kita punya produk,” bebernya.

Selain itu, ritel modern yang ada, apalagi berskala nasional, bukan hanya produk dari luar yang dipasarkan. Termasuk produk lokal. Hanya saja, jalur distribusinya tidak langsung.

Melainkan, bahan bakunya bisa saja masuk ke Makassar lalu didistribusi kembali masuk ke Sinjai. “Jadi kalau kita berikan peluang investor, maka sama halnya membantu produk lokal kita. Karena pangsa pasarnya akan lebih luas. Jika memenuhi syarat yg ditentukan,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Sinjai, Muh Saleh mengatakan, sejumlah toko modern yang tersebar di Sinjai tidak menyiapkan gerai untuk produk lokal.

Padahal, hal tersebut dibutuhkan untuk memasarkan produk Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimiliki. “Kalau UMKM hidup, berarti banyak tercipta lapangan kerja, dengan demikian roda ekonomi turut berputar,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta ritel modern tidak hanya memperkaya produk-produk dari luar. Melainkan, produk lokal juga harus diakomodir. “Kalau tetap tidak memasang gerai untuk produk lokal, maka kami mempertimbangkan memperpanjang izinnya,” tambahnya.

Komentar

VIDEO TERKINI