Bupati Jeneponto Berharap Ratusan Desa Segera Berkategori ODF

Kamis, 23 September 2021 18:20

FOTO: HUMAS JENEPONTO

Fajar.co.id, Jeneponto — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, berharap 113 desa/kelurahan segera memasuki kategori ODF. Harapan tersebut disampaikan Bupati saat mengikuti rapat evaluasi bersama Tim penilai dan panitia Kementerian Kesehatan tentang Penganugerahan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Awards yang digelar secara daring pada Kamis (23/9/2021).

Presentase dibuka secara langsung oleh Bupati Iksan Iskandar dengan didamping ketua Tp. PKK Hj. Hamsiah Iksan, Kepala dinas kesehatan Syusanti Mansyur, kepala dinas PTSP Meriyani, kepala Bappenda serta pejabat tinggi lainnya di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Jeneponto

Bupati Iksan Iskandar menyebut Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas keberhasilan suatu daerah dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat serta kemampuan dalam melahirkan inovasi-inovasi baru berbasis 5 pilar STBM di antaranya :

1) Setop Buang Air Besar Sembarangan;2) Cuci Tangan pakai Sabun;3) Pengelolaan Air Minum dan. Makanan;4) Pengelolaan Sampah;5) Pengelolaan Limbah Cair.

“Penghargaan STBM Berkelanjutan mewajibkan daerah mencapai 100% setop buang air besar sembarangan serta membuat inovasi kesehatan yang sifatnya memberdayakan dan bermanfaat kepada masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Iksan Iskandar berharap kabupaten Jeneponto yang memiliki 113 desa/kelurahan segera mencapai 100% ODF dan mendapat piagam penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan

Pada kesempatan yang sama Bupati Iksan Iskandar memberikan apresiasi kepada tim penilai dan panitia atas komitmennya dalam upaya monitoring/evaluasi percepatan daerah Open Defecation Free (ODF) atau setop buang air  100% dan implementasi 5 pilar STBM.

Selain itu bupati Iksan Iskandar menyerukan ajakan bagi seluruh komponen pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan menbudayakan STBM demi mencegah stunting dan penyakit menular berbasis lingkungan termasuk COVID-19.

Komentar

VIDEO TERKINI