Hukuman Erwin Haija Bertambah Empat Tahun

Rabu, 1 Juli 2020 15:39
Belum ada gambar

Ilustrasi/fajar

PH Ajukan Kasasi Putusan Pengadilan Tinggi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hukuman Erwin Syafruddin Haija bertambah berat. Dari enam tahun menjadi 10 tahun.

Proses banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Tinggi membuat hukuman terdakwa dugaan korupsi fee 30 persen dana sosialisasi OPD di kecamatan Se-Kota Makassar itu bertambah.

Majelis Hakim Pengadilan PT Makassar dalam amar putusannya menaikkan hukuman Erwin Syafruddin Haija dari enam tahun menjadi sepuluh tahun penjara. Dendanya juga ikut dinaikkan.

Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar pada Selasa 17 Maret, Erwin dijatuhi denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim Pengadilan Tinggi memberikan denda menjadi Rp500 juta subsider satu tahun kurungan.

Penasihat hukum Erwin Haija, Yusuf Laoh mengaku telah menerima informasi bertambahnya hukuman kliennya. Namun dia belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi Makassar.

Dia sudah dihubungi oleh pihak panitera untuk mengambil salinan putusan tersebut pekan lalu. Hanya saja, terkendala penutupan Pengadilan Negeri Makassar, akhir pekan lalu.

“Kamis dan Jumat pekan lalu kan tidak bisa ambil berkas karena PN ditutup. Jadi hari ini atau besok tim saya akan ke PN untuk ambil salinan putusan PT dan langsung menyatakan kasasi,” kata Yusuf, Selasa 30 Juni.

Yusuf menuturkan, pihaknya mengajukan kasasi untuk menguji pertimbangan Pengadilan Tinggi yang menaikkan hukuman kliennya. Pasalnya dalam putusan Pengadilan Tipikor Makassar kliennya, hanya divonis enam tahun.

“Kami akan berupaya untuk menyelamatkan klien kami. Itu adalah tugas pengacara,” ujarnya.

Terpisah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel, Kamaria mengatakan telah mengetahui putusan Pengadilan Tinggi. Namun dia juga belum melihat salinannya.

“Putusan PT sama dengan tuntutan kami. Jadi kami belum tahu apakah akan ajukan kasasi. Saya juga belum ada info jika PH ajukan kasasi,” ucapnya.

Pada persidangan sebelumnya, Selasa 13 Maret lalu Ketua Majelis Hakim Tipikor Makassar, Yanto Susena dalam putusannya mengatakan terdakwa Erwin Syafruddin Haija terbukti secara sah melakukan tidak pidana korupsi sesuai tuntutan sekunder JPU.

Yakni pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Terdakwa dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Serta pidana tambahan uang pengganti Rp18 miliar yang harus dibayarkan paling lambat satu bulan setelah inkrah. Apabila tidak dibayarkan harta bendanya akan disita, jika tidak mencukupi akan diganti dengan penjara empat tahun.

JPU Kejaksaan Tinggi Sulsel menyatakan banding atas putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar terhadap terdakwa Erwin Haija.

Putusan Hakim yang dipimpin Yanto Susena dengan vonis selama 6 tahun penjara dianggap terlalu rendah dan jauh lebih ringan daripada tuntutan JPU.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa selama 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. (edo/rif)

Komentar

VIDEO TERKINI