Tokoh Agama Dukung Penundaan Penggunaan Masjid 99 Kubah

Rabu, 12 Agustus 2020 23:00
Belum ada gambar

FOTO: ISTIMEWA

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Muhammad Ghalib mengutarakan, dasar dari pembangunan mesjid itu adalah iman dan takwa pada Allah SWT.

Ia menyampaikan riwayat, Nabi Muhammad SAW, ketika baru saja tiba di Madinah yang pertama dilakukannya adalah membangun mesjid. Landasannya adalah iman dan takwa kepada Allah SWT. Dari situlah kemudian dibangun ukhuwah Islamiah bahkan ukhuwah basyariah. Karena masjid itu dulu pernah digunakan dialog tripartit antara umat Islam, Yahudi dan Nasrani dan sampai sekarang di masjid Nabawi itu masih bisa kita lihat itu.

“Kita berharap ini ke depan menjadi tempat pengkajian, tempat pertemuan bahkan mungkin tokoh-tokoh lintas agama, karena kita ingin terjadi keharmonisan antara seluruh komponen umat beragama dan saya kira mungkin tempat ini bisa menjadi salah satu tempat,” harapnya.

Karenanya, MUI Sulsel mendukung Pemerintah Provinsi Sulsel untuk merampungkan seluruh hal terkait dengan mesjid ini untuk dimanfaatkan secara bersama-sama.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulsel, Prof. Abdul Rahim Yunus, mengutarakan, pada prinsipnya FKUB sangat setuju dengan Gubernur Sulsel, dalam hal mengambil langkah-langkah kebijakan terkait dengan pemanfaatan masjid. Ia juga menyebutkan pemanfaatan sebuah masjid berdasarkan rekomendasi FKUB dan Kementerian Agama.

Ia menekankan, satu bangunan yang mau difungsikan untuk tempat beribadah, harus dilihat dari segi bangunan tidak menimbulkan bahaya. Selain itu, untuk pemanfaatannya jangan menimbulkan perbedaan, apalagi perselisihan.

“Saya kira memang dari aspek apa yang disampaikan Pak Gubernur itu sangat jelas sekali. Bahwa kita harus dukung dan kita harus tunda dulu. Karena aturan-aturan, apalagi dari segi yang disampaikan perlu dilihat dari segi bangunannya. Kalau-kalau nanti menimbulkan hal yang tidak diinginkan, bahaya,” seru Abdul Rahim.

Komentar

VIDEO TERKINI