Dorong Sekolah Raih SNP, Dikbud Gelar Sosialisasi SPMI di SMPN 1 Bantaeng

Sabtu, 15 Agustus 2020 14:53
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, SMP Negeri 1 Bantaeng melaksanakan sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SMP Negeri 1 Bantaeng, Sabtu (15/8/2020).

Acara tersebut melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Koordinator pengawas SMP dan para dewan guru yang ada di lingkungan SMP Negeri 1 Bantaeng.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong setiap satuan pendidikan untuk melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI) agar dapat mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kadis Dikbud Bantaeng, Muhammad Haris, mengatakan, SPMI itu harus terus berkesinambungan dan berkelanjutan. Tidak boleh dikerjakan terburu buru dan perlu persiapan matang. Sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal.

“Akan tetapi, karena kebiasaan kita masih ada banyak guru yang nanti menjelang akreditasi baru akan dimulai dikonsep padahal itu salah. Maunya SPMI itu harus berkelanjutan agar implementasi SPMI dapat berjalan sukses, makanya saya terus Sosialisasi SPMI kepada warga sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), fasilitator daerah (pengawas), kepala sekolah, atau Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS).

“Saya mau ketika satuan tenaga pendidikan ketika dimasukan namanya dalam SK, harus juga ada action, ambisi serta inovasi,” sambungnya.

Salah satu guru SMP Negeri 1 Bantaeng, Muh. Irham Hidayat, mengatakan, ada delapan standar kompetensi lulusan. Antara lain, Standar Isi; Standar Proses; Standar Penilaian; Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Standar Pengelolaan; Standar Sarana dan Prasarana; dan Standar Pembiayaan.

“Jadi Ketika ada pembuatan SK harusnya dalam pembagian tugas harus jelas agar tidak tumpang tindih dalam melaksanakan tugasnya,” pungkasnya

SPMI merupakan program yang diatur dalam Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) Dasar dan Menengah.

Pada pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah yang saling berinteraksi secara sistematis, terencana dan berkelanjutan.

Lalu pasal 1 ayat 4 menyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar dan Menengah, yang selanjutnya disingkat SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI