Kedua di Sulsel, HPBI Gowa Hadir Lestarikan Martabat Bahasa Indonesia

Sabtu, 19 September 2020 14:32
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pengurus Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) cabang Kabupaten Gowa kini resmi terbentuk.

Hal itu ditandai dengan pelantikan pengurus HPBI cabang Gowa di Hotel Remcy Panakkukang, Jl Boulevard, Kota Makassar, Sabtu (19/9/2020) pagi.

Kabupaten Gowa menjadi kabupaten kedua di Sulawesi Selatan yang telah memiliki pengurus HPBI cabang.

Sekretaris HPBI Sulsel, Andi Sukri Syamsuri mengatakan, kehadiran HPBI memiliki sejumlah peran dalam pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia.

Pertama, HPBI diharapkan menjadi bagian pelestarian bahasa Indonesia di Kabupaten Butta Bersejarah tersebut.

Sebab, kata Sukri, pengurus HPBI ini umumnya didominasi adalah pendidik dan pemerhati bahasa Indonesia.

“Sehingga ini adalah bagian dari motto badan bahasa; utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” kata Sukri kepada wartawan.

Ketiga, lanjut Sukri, HPBI adalah bagian dari perencanaan dan pengembangan pembinaan bahasa Indonesia sampai ke lapisan terbawah.

Oleh karena itu, lanjutnya, keanggotaan HPBI tidak menutup kemungkinan adalah para guru. Menurutnya, para guru itu selama ini mengambil peran menyentuh masyarakat.

“Harapan-harapan kita itu mengenai bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan di tengah masyarakat secara situasi resmi dan non resmi, semua kita harapkan bisa dikemas dan dikembangkan di HPBI Kabupaten Gowa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HPBI cabang Gowa, Ulfa Tenri Batari mengatakan, HPBI cabang Gowa hadir sebagai solusi untuk tantangan kebahasaan dan kesusastraan di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, para pengurus menghibahkan diri membentuk kepengurusan cabang karena panggilan jiwa untuk pelestarian bahasa Indonesia.

“Kami bergabung dan berhimpun karena panggilan jiwa. Ini panggilan jiwa karena keikhlasan teman-teman,” ujarnya.

Ulfa mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebagai rancangan program kerja dalam rangka pembinaan bahasa Indonesia ke depan. Seperti klinik bahasa bagi pejabat untuk pembinaan bahasa di ruang-ruang publik.

Kemudian kemah bahasa bagi para guru-guru, hingga kemah budaya untuk melestarikan budaya Kabupaten Gowa. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI