Tak Lagi Bertaruh Nyawa, Jembatan Kalamisu Hubungkan Desa Aska-Salohe

Rabu, 23 Desember 2020 10:06
Belum ada gambar

AWAL 2021 Jembatan Kalamisu sepanjang 45 meter ini membuat warga tak lagi harus bertaruh nyawa melintasi sungai berarus deras. (SIRAJUDDIN/FAJAR)

SULSEL.FAJAR.CO.ID, SINJAI — Warga Desa Aska, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, senang bukan main. Jembatan Kalamisu kini berdiri tegak.

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa menuntaskan janji pemerintah untuk membangun Jembatan Kalamisu. Jembatan ini memudahkan warga Desa Aska yang hendak menyeberangi sungai menuju Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur. Begitupun sebaliknya.

Selama ini warga sangat kesulitan untuk menyeberangi sungai yang menghubungkan dua desa beda kecamatan tersebut. Guru SD 230 Jenna, Desa Aska, Fitri menuturkan bagaimana perjuangannya harus melintasi sungai yang mengancam jiwanya saat musim hujan tiba.

Air sungai yang tinggi dan berarus deras, membuat Fitri hanya bisa pasrah. Tak jarang ia harus melawan arus dan membuat pakaian kerjanya basah kuyup saat mengajar di sekolah.

“Sampai di sekolah, pakaian yang dikenakan langsung dijemur karena basah. Mau tidak mau kami harus melintasi sungai karena itu akses terdekat menuju sekolah,” beber Fitri, Selasa, 22 Desember.

Ia mengaku senang dan berterima kasih atas kepedulian Pemkab Sinjai. Mereka tak perlu lagi berjalan kaki. Sebab Jembatan Kalamisu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

“Awalnya kami ragu kalau jembatan mau dibangun. Bertahun-tahun kami hanya dijanji oleh pemerintah. Kami mulai percaya bahwa pemerintah benar-benar peduli saat jembatan mulai dikerja,” sambungnya.

Siswi SMPN 4 Kecamatan Sinjai Timur, Nurhidayah juga tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia tak perlu khawatir lagi seragam sekolahnya basah karena melintasi sungai tersebut. Gadis yang tinggal di Desa Aska ini bersekolah di kecamatan tetangga.

“Kalau mau lewat sungai, sepatu harus dilepas. Terkadang sepatu saya terbawa arus deras sungai. Sampai di sekolah tak bersepatu. Arus deras juga membahayakan nyawa kami,” tutur Nurhidayah.

Selain melewati jalur sungai, siswa kelas II SMP ini juga terkadang melalui jalur Labettang, Desa Palae. Maklum, tubuh mungilnya tak kuat melawan arus deras sungai. Apalagi jika ketinggian air mencapai perut orang dewasa.

“Kalau lewat Labettang jauh sekali. Sekarang sudah ada jembatan. Tidak perlu khawatir terlambat ke sekolah. Terima kasih Pak Bupati,” tambahnya.

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa mengaku tergerak untuk segera menuntaskan pembangunan Jembatan Kalamisu usai mendengar perjuangan masyarakat ketika melintasi sungai tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab Sinjai menggelontorkan anggaran Rp10,6 miliar agar pengerjaannya cepat rampung. Jembatan tersebut memiliki panjang 45 meter.

“Jembatan tersebut akan difungsikan mulai awal 2021. Pemkab bangun jembatan ini karena kasihan dengan masyarakat di sana. Apalagi saat musim hujan ini,” terang Magister Monash University Australia tersebut.

Ia berharap, Jembatan Kalamisu dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga bisa mempercepat peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. (sir/yuk)

Komentar

VIDEO TERKINI