Sempat Terkendala Sistem, Proses Vaksinasi di Makassar Berjalan Lamban

Selasa, 2 Februari 2021 21:25

Ilustrasi vaksin Covid-19

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses vaksinasi di Kota Makassar masih berlangsung. Namun prosesnya berjalan lamban. Dari target 14.355 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), jumlahnya belum mencapai setengah. Selama kurang lebih 2 minggu proses vaksinasi, baru sekitar 4.324 SDMK yang sudah divaksin Covid-19 hingga saat ini. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, dr. Nursaidah mengatakan memang sebelumnya pihaknya terkendala soal teknis vaksinasi. Sehingga prosesnya sedikit tersendat.

“Sempat terkendala aplikasi P-care yang kadang bermasalah, juga banyak kendala admistrasi. Sehingga ada instruksi bisa kita lakukan manual biar cepat,” tutur dr. Ida sapaan akrabnya, Selasa (2/2/2021).

Makassar sendiri, kata ia, harus memvaksinasi setidaknya kurang lebih sebanyak 14.355 SDMK yang telah terdata baik dari rumah sakit, puskemas maupun klinik. 

“Target 15 ribuan SDMK kita sendiri di Kota Makassar. Tapi yang sudah divaksin 3734, ditambah kemarin yang vaksin massal 590, Hanya tervaksin 500 hari ini, harusnya 900,” paparnya.

Sehingga kata dia, Diskes terus berupaya agar vaksin digenjot lebih cepat dari pekan sebelumnya. Mengingat masih ada ribuan SDMK yang belum menerima vaksin.

Pihaknya sendiri hanya akan melalui sistem manual dengan cukup SDMK yang akan divaksin membuktikan dengan surat pengantar dari tempat tugas masing-masing. 

“Digenjot sampai akhir Februari. Kita cukup tenaga vaksinator sebanyak 540. Biar cepat, kita tidak gunakan aplikasi, dimanualkan saja dengan pengantar vaksin dari tempat tugas,” jelasnya.

Salah satu langkah yakni dengan melakukan vaksinasi massal yang kemarin dimulai di Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan target sasaran sebanyak 4000. Hal ini kata dr. Ida akan berlangsung hingga Rabu mendatang.

“Vaksin massal sampai hari Rabu. 4000 Vaksin dalam vaksin massal kita sediakan,” tutupnya. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI