Kepala Dissos dan BPBD Diberhentikan, Plh Belum Ditentukan

Jumat, 12 Maret 2021 19:39

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Makassar dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar diberhentikan dari jabatannya. Lantaran dinilai lamban dalam mengatasi banjir.

Usulan pemberhentian keduanya dibenarkan Plt kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Andi Siswanta Attas.

“Pak wali sudah instruksikan ke kami selaku Plt BKPSDM dan itu kami teruskan ke Inspektorat, nanti kabar dari inspektorat, baru kami tindaklanjuti, jadi kami belum bisa bicara apa apa,” kata Andi Siswanta.

“Tetapi memang sudah ada pemberitahuan dari pak wali bahwa ada dua pejabat yang ingin diistirahatkan, bukan dicopot. Tetapi biar dulu inspektorat mengatur itu,” sambungnya, Jumat (12/3/2021).

Namun penunjukan Pelaksana Harian (Plh) belum ditentukan Pemkot Makassar. Bergantung perintah dari Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto selaku pimpinan tertinggi.

“Belum ada petunjuk dari pimpinan, itu hak preogratif dari pimpinan,” jelas Kadis Perpustakaan ini.

Apalagi, lanjutnya Kadis Sosial dan BPBD masih diperiksa di inspektorat. Pihak BKD hanya menunggu hasilnya kemudian ditindaklanjuti.

“Artinya diberhentikan sementara, artinya yang muncul Plh bukan Plt. Artinya yang diberhentikan masih pejabat di situ tetapi untuk sementara masih berproses diperiksa.Nanti dilihat hasil pemeriksaan itu nanti kita bicarakan,” ujar Siswanta.

Sebelumnya, Siswanta mengaku sudah bertemu dengan Danny Pomanto untuk membahas mengenai pemberhentian ini. “Kemarin sore diberitahukan bahwa ada dua pejabat Maslah kinerja menangani banjir Dissos dan BPBD,” tuturnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, geram dengan lambannya Kepala Dissos, Mukhtar Tahir dan Kepala BPBD, Muh. Rusli dalam menangani banjir yang terjadi kemarin. Dampaknya mereka diistirahatkan dari jabatannya.

“Kemarin, BPBD sama Dissos. Karena di lapangan seperti itu, sangat mengecewakan kinerjanya,” ujar Danny, Jumat (12/3/2021).

Kata Danny, dirinya sudah memerintahkan kedua OPD tersebut untuk bersiap menangani banjir, namun fakta di lapangan tidak sesuai. Dapur umum tidak siap dan evakuasi korban banjir dinilai lamban. Sehingga banyak masyarakat mengeluh.

“Saya dapat laporan bahwa dia sudah makan, setelah saya cek ternyata belum makan. Nah, bgtu saya cek dibilang sudah makan pagi ternyata makan sumbangan. Kan itu tidak boleh, pemerintah harus hadir,” tutur Danny.

Menurut Danny, kinerja OPD tidak boleh lamban, apalagi menangani banjir yang tiap tahun terjadi. Untuk itu, pihaknya butuh orang yang bisa bekerja cepat dan tidak menyusahkan masyarakat.

“Kenapa? Karena sehari sebelumnya saya sudah peringatan. Dulu, kalau saya sudah kasih peringatan begitu. Itu orang sudah harus tau. Kecuali perintah belum turun. Tapi ini, saya sudah perintahkan. Sebelum terjadi banjir lagi, seperti itu,” tegas orang nomor satu di Kota Makassar itu. (ikbal/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI