Kinerja Melamban, Danny Nonaktifkan RT dan RW

Selasa, 6 April 2021 09:22

Moh Ramdhan Pomanto. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemkot Makassar menonaktifkan seluruh ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga. Mereka diganti pelaksana tugas (Plt).

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pemilihan baru ketua RT dan RW barus dilakukan 2022. Akan tetapi, pihaknya terlebih dahulu akan menonaktifkan seluruhnya. Mungkin pekan depan.

Nantinya, kata dia, pihaknya akan menunjuk pelaksana tugas RT dan RW yang ditetapkan dalam SK Wali Kota. “Dipercepat pekan depan, karena kami sudah ingin resetting pemerintahan karena sudah masuk April,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, peran RT dan RW sangat penting dalam mengawal program pemerintah yang langsung menyasar warga. Terutama dalam mengkoordinasikan kegiatan Makassar Recover.

Ia menjelaskan, pergantian secara total dilakukan agar terjadi sinergi yang kuat sehingga kegiatan bisa berjalan. Sejauh ini, peran RT dan RW sudah saatnya mendapatkan penyegaran. Apalagi setelah dievaluasi posisinya tak mampu menopang kinerja pemerintahan. Banyak juga yang terlibat politik praktis.

“Kami sudah tidak ada waktu. Sekarang sudah April, kemarin di Maret kami konsentrasi untuk mematangkan dahulu Makassar Recover. Jadi itu sudah mulai jalan dan fokus kami lagi yakni restting pemerintahan,” jelasnya.

Suami Indira Jusuf Ismail ini mengatakan evaluasi total akan menjadi fokusnya. Saat ini ada tiga aspek yang dipastikan bakal dievaluasi. Yakni evaluasi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), mutasi guru dan kepala sekolah, serta merombak total struktur RT/RW.

Kepala Bagian Pemerdayaan Masyarakat (BPM), Muh Yarman mengakui sudah ada instruksi untuk segera melakukan evaluasi. “Kita sementara susun sesuai dan rencana memang dilakukan pada pekan depan,” katanya.

Ia menjelaskan, peran RT/RW akan lebih dimaksimalkan. Apalagi dalam mengawal program Makassar Recover. Yarman menjelaskan, insentif RT/RW rencana akan dinaikkan hingga Rp2 juta tiap bulan.

“Dan itu ada indikatornya penilaiannya. Yang mampu bekerja dengan baik dan terukur berpeluang dapat hingga Rp2 juta. Semua akan diukur dan insentif diberikan dari PAD,” kuncinya. (*/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI