PPDB Bermasalah Soal Titik Koordinat

Rabu, 16 Juni 2021 13:17
Belum ada gambar

FAJA.CO.ID, MAKASSAR -- Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN, bermasalah. Sejumlah siswa "terlempar" jauh dari alamatnya.

Di posko pelayanan dan pengaduan PPDB SMAN 5 Makassar, keluhan ini mengemuka. Banyak orang tua datang mempertanyakan perihal titik koordinat yang berbeda.

Risna, salah satunya. Alamat anaknya terlempar jauh dari jarak sebenarnya. "Saya kaget, jarak rumah dari sekolah cuma 200 meter, tapi kenapa malah jadi 5 kilometer," katanya, Selasa, 15 Juni.

Risna juga mengungkapkan bahwa sistem zonasi tahun ini lebih mudah, namun kesalahan sistem yang membuatnya rumit. Salah satu pendaftar bahkan alamatnya terlempar hingga ke Jerman ketika mendaftar.

Panitia Pengaduan PPDB SMAN5 Yunus mengatakan timnya telah mengantisipasi hal tersebut. Mereka menyediakan formulir pengaduan untuk memperbaiki kesalahan koordinat.

SMAN 5 menggandeng Koramil sebagai pengawas keamanan untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.Di SMAN 17 Makassar, pendaftar juga berdatangan. Vita dan teman- temannya berkerumun di depan sekolah karena pagar tertutup. Bersama ibunya, Vita kebingungan mendaftar.

Tak ada posko pengaduan terlihat. Hanya selembar spanduk layanan yang terpampang di depan. Namun, Panitia PPDB SMAN 17 Abu Hanafi menyangkal. Menurutnya, posko aduan bertempat di aula sekolah."Tidak benar itu, kami menyediakan pelayanan luring dan daring seperti ketentuan juknis," ucapnya.

Kebanyakan orang tua yang datang hanya menanyakan perihal teknis. "Rata-rata mereka meminta penjelasan mengenai proses PPDB zonasi," lanjutnya.

SMAN 17 Makassar telah menerima160 siswa dari jalur boarding. Selanjutnya akan menerima lagi 75 persen dari kuota siswanya via zonasi.

Begitupun dengan SMAN 21 Makassar yang menggandeng 3 kelurahan untuk memudahkan para calon peserta didik dengan NIK yang bermasalah.

Ketua Panitia PPDB SMAN 21 Makassar Lajama mengatakan bahwa NIKsiswa menjadi penghalang banyak berkas yang ditolak."Karena tahun ini, kita bekerja sama dengan Disdukcapil, makanya data siswa menjadi penghambat kali ini," ujarnya.

Sekolah yang terletak di BTP ini bekerja sama dengan tiga kelurahan terdekat untuk memudahkan proses verifikasi NIK para siswa yang bermasalah.

"Dari Kelurahan, dirujuk ke kecamatan, lalu kalau masih bermasalah, baru dirujuk ke Kantor Capil," katanya.

Masalah Lain

Artika yang akan mendaftar di SMAN 15 Makassar, juga terkendala. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) SMP-nya tidak terdaftar di jaringan PPDB. Padahal sekolahnya sudah mendaftar ke Disdik Sulsel.

Perempuan berumur 15 tahun itu telah mengantri sejak pukul 10.00 Wita untuk bisa mendaftar. Hingga pukul 12.00, dia masih belum mendapat kesempatan untuk menyampaikan kendalanya.

Sekretaris Panitia PPDB Disdik Sulsel Firdaus T menjelaskan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh pendaf-tar adalah data yang berkaitan dengan Disdukcapil.

"Data siswa bersumber dari kementerian, dalam hal ini dapodik. Sekarang kalau data yang sedari awal tidak terupdate, saya mau bilang apa?" dalihnya.

Kebanyakan masalah terkait data yang terdaftar dalam server Disdukcapil. Alamat tidak lengkap, tidak ada RT, RW, dan nomor rumah.

Juga banyak nama kecamatan yang sama di daerah lain. "Saya sudah meminta pada pihakTelkom untuk memberikan akses sepenuhnya sepanjang data terverifikasi," jelasnya.

Permasalahan lainnya, pendaftar tidak bisa mendaftar karena data nama ayah dalam server PPDB berbeda (dar/eds)

FAJA.CO.ID, MAKASSAR — Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN, bermasalah. Sejumlah siswa “terlempar” jauh dari alamatnya.

Di posko pelayanan dan pengaduan PPDB SMAN 5 Makassar, keluhan ini mengemuka. Banyak orang tua datang mempertanyakan perihal titik koordinat yang berbeda.

Risna, salah satunya. Alamat anaknya terlempar jauh dari jarak sebenarnya. “Saya kaget, jarak rumah dari sekolah cuma 200 meter, tapi kenapa malah jadi 5 kilometer,” katanya, Selasa, 15 Juni.

Risna juga mengungkapkan bahwa sistem zonasi tahun ini lebih mudah, namun kesalahan sistem yang membuatnya rumit. Salah satu pendaftar bahkan alamatnya terlempar hingga ke Jerman ketika mendaftar.

Panitia Pengaduan PPDB SMAN5 Yunus mengatakan timnya telah mengantisipasi hal tersebut. Mereka menyediakan formulir pengaduan untuk memperbaiki kesalahan koordinat.

SMAN 5 menggandeng Koramil sebagai pengawas keamanan untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.Di SMAN 17 Makassar, pendaftar juga berdatangan. Vita dan teman- temannya berkerumun di depan sekolah karena pagar tertutup. Bersama ibunya, Vita kebingungan mendaftar.

Tak ada posko pengaduan terlihat. Hanya selembar spanduk layanan yang terpampang di depan. Namun, Panitia PPDB SMAN 17 Abu Hanafi menyangkal. Menurutnya, posko aduan bertempat di aula sekolah.”Tidak benar itu, kami menyediakan pelayanan luring dan daring seperti ketentuan juknis,” ucapnya.

Kebanyakan orang tua yang datang hanya menanyakan perihal teknis. “Rata-rata mereka meminta penjelasan mengenai proses PPDB zonasi,” lanjutnya.

SMAN 17 Makassar telah menerima160 siswa dari jalur boarding. Selanjutnya akan menerima lagi 75 persen dari kuota siswanya via zonasi.

Begitupun dengan SMAN 21 Makassar yang menggandeng 3 kelurahan untuk memudahkan para calon peserta didik dengan NIK yang bermasalah.

Komentar

VIDEO TERKINI