Salman Subakat, Ekosistem Pendidikan di Antara Kolaborasi dan Inovasi

Sabtu, 24 Juli 2021 19:12

Salman Subakat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tak hanya menebarkan inspirasi terkait pentingnya ekosistem pendidikan di berbagai forum. Salman Subakat yang juga Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation (PTI) menginisiasi sejumlah gerakan peduli pendidikan.

Di tengah kesibukan alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) 1998 itu, ia berkolaborasi dengan berbagai pihak membentuk ekosistem pendidikan bagi penggerak pendidikan, termasuk Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP).

“Ekosistem akan terus tumbuh dan berkembang, semua terbuka bagi semua orang dan semua orang harus berkontribusi,” bebernya dengan senyum yang mengembang.

Gerakan peduli pendidikan tersebut antara lain, Good Leader Good Teacher, Wardah Inspiring Teacher, Semua Murid Semua Guru, Paragon Innovation Fellowship, Jabar Innovation Fellowship, Lecture Coaching Movement, Pelatihan Inspiring Lecture, INS Kayu Tanam Restoration, dan Pemimpin.id.

Good Leader Good Teacher misalnya, mengajak masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi, sedangkan Wardah Inspiring Teacher bertujuan memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif. Semua Murid Semua Guru merupakan jaringan penggerak pendidikan yang memfasilitasi proses integrasi, kolaborasi, dan inovasi antar pemangku kepentingan pendidikan.

Menurutnya, kepeduliannya terhadap dunia pendidikan tidak terlepas pula dengan latar belakang keluarganya sebagai seorang pendidik. Kakek dan neneknya misalnya, tak hanya sebagai guru, tetapi juga pengusaha. Kemudian, orang tuanya adalah dosen.

“Kakek, nenek saya guru. Nenek saya masih aktif jadi guru,” urainya kepada para peserta program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP), Rabu (21/7/2021).

Bahkan, bebernya, setiap anak kampus yang ditemuinya akan ditanyakan terkait industri apa yang ada di daerahnya, apa yang perlu dikembangkan dan permasalahan dihadapinya.

“Bayangkan jika 300 atau 400 ribu skripsi, tesis, disertasi, itu secara berkesinambungan membangun ekosistem lokal. Bayangkan semua potensi bangsa bergerak dalam satu ekosistem,” kata pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1980 ini.

Komentar

VIDEO TERKINI