Membangun Bisnis Daring yang Berorientasi Pelanggan

Kamis, 29 Juli 2021 13:34

FAJAR.CO.ID, Tolitoli — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 Juli 2021 di Tolitoli, provinsi Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini dihadiri oleh 627 peserta serta menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Universitas Fajar Nasrullah, pegiat Kajian Budaya dan Media Citra Buana Halil, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Ragil Yoga Edi, dan pembuat konten Valentina Melati. Adapun bertindak sebagai moderator adalah Jurnalis Hesty Imaniar. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Citra Buana Halil yang membawakan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Citra mengatakan, salah satu kiat sukses memulai bisnis daring di loka pasar adalah memiliki produk yang unik dan berkualitas. “Kalau produk kita bagus, pelanggan akan datang lagi sehingga kita untung. Aktifkan media sosial dan optimalkan pemasaran dari mulut ke mulut untuk mempengaruhi pelanggan agar mereka tertarik dengan produk kita,” sarannya.

Berikutnya, Nasrullah menyampaikan topik “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Dalam berbisnis daring, salah satu yang harus diantisipasi adalah keluhan dari pelanggan. Menurut Nasrullah, keluhan ini bisa menjadi indikasi perlunya perbaikan. “Tangani keluhan pelanggan dengan pelayanan prima. Tuntaskan apa yang menjadi keluh kesah pelanggan dan tetap menjaga kepercayaan pelanggan agar mereka tetap loyal,” tandasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI