Makassar Darurat Perang Kelompok, Kasrudi: Kampus Harus Jatuhkan Sanksi Tegas

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Konflik antar kelompok mahasiswa yang terjadi di Makassar beberapa hari lalu mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Pemerintah kota Makassar diminta menjadikan gejala sosial ini sebagai pelajaran agar tak terulang dan kian meruncing di kemudian hari.

Anggota Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi mendorong pemerintah membangun komunikasi dengan lembaga pendidikan atau kampus guna menggali solusi atas konflik tersebut.

“Menurut saya ini terjadi karena kurangnya komunikasi antar kampus, maupun pemerintah. Ke depan, dialog harus lebih efektif dan intens lagi. Pemkot Makassar harus menjalin komunikasi utamanya dengan pihak kampus. Sehingga hal-hal seperti ini bisa diminimalisir,” ucap Kasrudi, Selasa (30/11/2021).

Karena jangan sampai kejadian ini meluas. Politisi Gerindra ini berharap kasus ini bisa segera mereda, apalagi pihak kepolisian sudah turun tangan mengusut.

“Kita di Makassar ini terus terang agak repot, karena banyaknya mahasiswa pendatang dari berbagai daerah. Jadi untuk mengantisipasi solusinya Pemkot intens melakukan komunikasi dengan kampus-kampus dengan kelompok-kelompok mahasiswa,” paparnya.

Di samping itu, pihak kampus juga mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi yang berat ketika ada kejadian seperti ini.

Sehingga menjadi pelajaran bagi mahasiswa lain. Ada konsekuensi hukuman yang menanti jika berniat membuat onar.

Diberitakan, rentetan penyerangan asrama mahasiswa di Makassar selama dua hari terakhir menjadi pemandangan tragis yang meresahkan masyarakat.

Ketertiban dan kenyamanan warga terganggu. Penyerangan pertama terjadi di sekretariat mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam (UIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (26/11/2021) pukul 21.10 WITA.

Dalam peristiwa ini, seorang mahasiswa terluka akibat tebasan senjata tajam dari pelaku yang dikabarkan berjumlah puluhan orang.

  • Bagikan