Warga NTB Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron, Pemkot Mataram Perketat Pintu Masuk

  • Bagikan
ILUSTRASI. Seluruh masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap varian Omicron karena angka penyebarannya terus meningkat (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Dua warga di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Dua warga itu masing-masing satu orang dari Kabupaten Sumbawa, dan satu lagi dari warga Kota Mataram, tetapi sudah meninggal dunia pada 14 Januari 2022.

Agar penyebaran tidak meluas, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram meminta standar operasional prosedur (SOP) pada setiap pintu masuk NTB diperketat .

“Daya sebar varian Omicron ini lebih tinggi dan cepat. Butuh kewaspadaan ekstra. Karena itu, sekarang kita harus berusaha bagaimana mencegah migrasi potensi penularan Omicron yang biasanya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

Menurut Lalu Martawang, pengetatan SOP di setiap pintu masuk dapat dilakukan di antaranya dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kemudian memastikan setiap orang yang akan masuk wilayah Provinsi NTB memiliki hasil negatif tes usap PCR.

Hal itu bisa menjadi bagian upaya mencegah bermigrasi potensi penularan Omicron. Jadi, orang-orang yang masuk ke NTB adalah orang-orang yang terkonfirmasi negatif atau sehat. “Itu merupakan bagian cara kita dalam rangka melindungi diri, keluarga dan masyarakat selain tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Dengan harapan, Omicron tidak menyebar seperti di negara lain,” katanya.

Lalu Martawang mengatakan temuan kasus Covid-19 Omicron di Mataram saat ini masih dalam pemetaan terhadap potensi sumber penularannya. “Kalau kemarin masih disebut ada indikasi penularan dari transmisi lokal. Jika terbukti penularan dari transmisi lokal maka skenario pencegahan lebih diperketat, tetapi kita berharap bukan transmisi lokal,” katanya.

Karena, apabila penularan kasus positif Omicron terbukti dari transmisi lokal, maka akan dilakukan pelacakan kontak secara masif, dan penutupan wilayah (lockdown) secara lokal agar tidak terjadi mobilitas penduduk. “Kasus Omicron di Mataram baru satu yang terkonfirmasi. Jadi, penanganan masih normal. Kecuali kalau terjadi tingkat penularan tinggi, bukan tidak mungkin kita melakukan penutupan wilayah (lockdown) seperti daerah lain,” bebernya. (ant/jpnn/fajar)

  • Bagikan