Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Terhambat

  • Bagikan
Sejumlah warga menikmati kawasan pesisir di sekitar Jembatan Surabaya-Madura. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pemkot Surabaya dan PT PP Properti berkolaborasi untuk mengembangkan desitinasi wisata di kawasan kaki Jembatan Suramadu. Namun, program yang ditandai dengan pembangunan cable car atau kereta gantung itu belum berjalan maksimal. Pengerjaan wahana wisata tersebut masih terkendala anggaran.

Pemerintah telah menyelesaikan desain kawasan wisata Suramadu. Bukan hanya wahana kereta gantung dengan panjang 725 meter. Nanti pemerintah juga akan membangun sentra kuliner dan tempat parkir untuk pengunjung.

Direktur Proyek PT PP Properti Suramadu Satrio Sujatmiko menegaskan, hingga kini belum ada keputusan terkait dengan pembatalan pembangunan. Program akan dibahas lagi. ”Kami belum bisa memastikan jadwalnya. Masih menunggu arahan dari pimpinan,” katanya.

Sujatmiko menjelaskan, PT PP Properti bakal mengkaji ulang pembangunan. Kajian itu tidak hanya membahas mekanisme pembangunan, tetapi juga waktu yang tepat untuk memulai proyek.

Menurut Sujatmiko, pembangunan kereta gantung sebenarnya telah dimulai dengan memasang tiang pancang. Hanya, proyek terhenti akibat pandemi Covid-19. Pendapatan perusahaan menurun setelah terdampak persebaran virus.

Berdasar informasi, PT PP Properti sebelumnya memesan 18 unit kereta dari luar negeri yang akan dipasang di pesisir utara Surabaya. Kereta-kereta berkapasitas enam orang itu bakal didatangkan secara bertahap. Proses impor sulit dilakukan setelah muncul badai virus korona.

Sujatmiko optimistis pariwisata di kawasan Suramadu bakal tetap diminati masyarakat. Bukan hanya keindahan pantai di pesisir utara. Kemudahan akses dengan pembangunan jalan luar lingkar timur (JLLT) juga mendorong perkembangan wisata.

Saat ini pembangunan JLLT ruas Nambangan–Kedung Cowek memang sudah rampung. Jalur itu terhubung langsung dengan kawasan Suramadu. ”Dengan adanya JLLT, kemacetan yang biasanya terjadi di Jalan Kedung Cowek bisa dihindari,” ujar Sujatmiko. (jpg/fajar)

  • Bagikan