Puslitbang Lingkungan Hidup Unhas Bahas Upaya Pemulihan Lingkungan

Minggu, 28 Juni 2020 10:28
Belum ada gambar

Suasana Webinar Unhas.

FAJAR.CO.ID — Universitas Hasanuddin melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) menyelenggarakan bincang-bincang lingkungan bertema “Gagasan dan Konseptualisasi untuk Pemulihan Lingkungan Secara Efektif”.

Kegiatan berlangsung pukul 14.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (27/06). Hadir sebagai nara sumber yakni: Prof. Dr. Ir. Hazairin Zubair, Ms., Dr. Eng. Ilham Alimuddin, S.T., M.Gis., dan Andang Suryana Soma, S.Hut., MP., Ph.D.

Kegiatan dibuka oleh Kepala PPLH Unhas, Prof. Dr. Rer. Nat. Ir. A.M. Imran. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan kegiatan bertujuan untuk mendiskusikan isu pemeliharaan lingkungan secara efektif.

“Meskipun kita berada di era 4.0, namun lingkungan tidak boleh diabaikan. Kegiatan ini kita upayakan untuk terus dilakukan sebagai bagian tanggung jawab akademisi untuk mengetahui permasalahan lingkungan,” jelas Prof Imran.

Prof. Dr. Ir. Hazairin Zubair, MS., sebagai salah satu nara sumber menjelaskan materi tentang “Pengelolaan Lingkungan Secara Terpadu (Integrated Environmental Management, IEM)”.

IEM secara konseptual merupakan proses untuk mempersiapkan dan melaksanakan beberapa tindakan yang melibatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tindakan dimaksud dalam suatu lingkungan, yang memperhatikan faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, kelembagaan dan politik didalamnya. Tindakan ini dimaksudkan untuk mencapai dan menyeimbangkan tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang sangat kompleks karena melibatkan banyak sumber daya sehingga dalam pengelolaannya dibutuhkan sistem secara terpadu dan komprehensif,” jelas Prof Zubair.

Dalam konsep IEM, pemulihan lingkungan dilakukan secara terpadu. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dialokasikan diantara berbagai kepentingan yang terkadang sering menimbulkan konflik. Dengan pengelolan terpadu memungkinkan perencanaan dan pengembangan bersifat intersektoral, meminimalkan dampak negatif dan biaya sosial yang tinggi pada jangka panjang.

Komentar

VIDEO TERKINI