Gubernur Bersama BNPB Pusat dan PMI Makassar Bahas Percepatan Penanganan Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 20:36

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, menerima kunjungan Perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan PMI Kota Makassar dalam rangka membahas penanganan percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Selasa, 7 Juli 2020.

Dalam pertemuan terbatas tersebut, Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Johny Sumbung; Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana BNPB, Musyafir A Nukmang; LO BNPB Pusat, Kolnel Udara Yunus; Koordinator Komite Penanganan Covid-19 PMI Pusat, Husain Abdullah dan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sulsel Hendro.

Adapun penyampaian Gubernur Sulsel bahwa pandemi Covid-19 adalah masalah bersama, sehingga harus ditangani secara bersama. Terkait penanganan Covid-19 akan terus meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti pembatasan keluar masuk Kota Makassar.

“Pemerintah meyiapkan rapid test gratis. Itukan artinya pemerintah hadir. Bukan hanya membuat aturan, tapi juga memberikan solusi,” kata Nurdin Abdullah.

Sulsel juga semakin meningkatkan kapasitas pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Pemprov Sulsel dan Tim Gugus Tugas juga akan terus berkoordibasi dengan PMI untuk terus melakukan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat agar lebih disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti penggunaan masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan menggunakan sabun.

Sedangkan, Uceng, sapaan akrab Husain menyebutkan dari kunjungan ini mendapatkan informasi yang sangat penting dari masyarakat dan dari pihak Gubernur atau Provinsi Sulsel. Di mana ini akan meningkatkan lagi upaya pencegahan penyebarab Covid-19.

“Ini kita ingin mendengar dari Pak Gubernur program yang Provinsi Sulsel laksanakan dan apa yang akan dilaksanakan Satgas dan kerjasama Palang Merah Indonesia di Sulawesi-Selatan,” sebut Husain Abdullah.

Komentar