Unhas Tidak Lockdown, Meski Dekan FK Terpapar Covid-19

Rabu, 8 Juli 2020 20:30
Belum ada gambar

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, dikabarkan positif terjangkit corona virus disease 2019 (Covid-19). Alhasil, FK Unhas pun kabarnya di-lockdown demi menghalau penyebaran lebih masif.

Kepala Humas Unhas Makassar, Ishaq Rahman, angkat bicara terkait kabar tersebut. Ia membantah FK Unhas lockdown karena Covid-19. Yang ada hanya kebijakan untuk memaksimalkan work from home bagi pegawai yang memungkinkan menyelesaikan pekerjaan di rumah.

“Tidak ada lockdown. Sampai saat ini belum ada wacana resmi untuk lockdown. Bahkan istilah lockdown pun tidak kita kenali. Kalau kita cermati regulasi dan berbagai SOP penanganan pandemi, tidak ada istilah lockdown,” ujar Ishaq saat dihubungi fajar.co.id lewat WhatsApp, Rabu (8/7/2020).

“Akan tetapi ada kebijakan untuk memaksimalkan Work From Home. Bagi pegawai yang dapat menyelesaikan pekerjaan dari rumah, silakan bekerja dari rumah. Sementara pegawai yang harus bekerja dari kantor, tetap masuk kantor seperti biasa,” lanjutnya, menerangkan.

Bahkan menurut Ishaq, hingga kini ujian UTBK di ruangan lab Anatomi FK dan di Lab ICT FK juga tetap berlangsung seperti biasa.

Terkait Dekan Fakultas Kedokteran positif Corona, Ishaq membenarkan kabar tersebut. “Dekan FK Prof Budu positif,” terangnya.

Namun, dosen lainnya yang juga disebut positif Covid, Ishaq mengaku belum menerima informasinya. “Yang 6 prof, saya belum bisa konfirmasi, belum dapat informasinya,” tegasnya.

Sebelumnya beredar surat elektronik (surel) dari Prof Budu yang mengkonfirmasi bahwa hasil Swab test-nya positif Covid-19. Prof Budu pun meminta semua pihak yang telah bertemu dengannya beberapa waktu terakhir untuk memeriksakan diri terhadap kemungkinan terpapar Covid-19.

“Terima kasih atas doa nya sejak kemarin hingga saat ini. Saya ingin menyampaikan bahwa hasil Swab RT-PCR saya hari ini Selasa, 7 Juli 2020 dinyatakan positif (+) Covid19. Oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati berharap jika ada Bpk/Ibu yang telah bertemu dengan saya dalam beberapa hari terakhir sebaiknya memeriksakan diri terhadap kemungkinan terpapar Covid19,” demikian isi pesan tersebut yang diterima redaksi fajar.co.id, Rabu pagi.

“Saat ini saya dalam kondisi stabil tapi akan menjalani masa isolasi selama beberapa waktu. Mohon maaf jika ada kesalahan selama ini dan berharap doa dari Bpk/ibu agar segala nya berjalan baik dan bisa aktif kembali seperti biasa. Aamiin. Wslm Budu.”

Sementara itu Humas Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, Majid Asinu turut membenarkan Dekan FKG Unhas drg. Ruslin juga ikut terpapar Covid-19. Namun ia tak begitu jelas mengetahui dimana sumber penularannya.

“Memang ada beberapa dosen termasuk Dekan FKG yang positif Covid-19. Hari Selasa kemarin keluar hasilnya. Mayoritas memang Orang Tanpa Gejala (OTG), karena kondisinya stabil. Jadi sebagian ada yang isolasi mandiri di rumah ada juga sebagian yang di rumah sakit, karena kan kita tahu RS agak full. Dr Ruslin Dekan FKG, malam Selasa keluar hasilnya. Saya kurang tahu mereka dari mana sehingga terinfeksi virus,” jawab Majid saat dihubungi lewat sambungan telepon seluler.

Ia juga menepis bahwa tidak benar FKG ditutup sebagau respon dari sejumlah dosen yang terpapar Covid. Kata dia, FKG Unhas mulai hari ini mengurangi jumlah pegawai yang masuk.

“Fakultas KG dikurangi karyawan dan staf. Kalau yang bisa menyelesaikan tugas di rumah kita minta WFH. Satu hari maksimal lima karyawan yang masuk. Aturan ini berlaku hingga dua minggu ke depan. Jadi tidak ditutup fakultasnya,” ungkap Majid. (endra/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI