Unismuh Makassar Kembali Tambah Subsidi Kuota Mahasiswa Senilai Rp250 Ribu

Jumat, 10 Juli 2020 08:22
Belum ada gambar

Rektor Unismuh Prof. DR H Abdul Rahman Rahim SE MM

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Sebagai bentuk empati Unismuh Makassar kepada sekitar 20 ribu mahasiswa, maka selama wabah Covid-19, kembali akan menambah alokasi subsidi kuota senilai Rp 250 ribu bagi seluruh mahasiswa yang terdaftar dalam semester berjalan.

Sehingga total subsidi yang diterima mahasiswa menjadi Rp. 500 ribu, setelah sebelumnya diawal masa pandemi Covid-19 pada Maret 2020, kampus telah mengalokasikan subsidi kuota senilai Rp.250 ribu.

Demikian ditegaskan Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM kepada media di Makassar, Jumat (10/7/2020).

Dijelaskan, dalam waktu dekat ini akan dikeluarkan surat edaran penambahan subsidi kuota mahasiswa dari nilai awal Rp.250 ribu akan menjadi Rp.500 ribu bagi semua mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan.

Penambahan subsidi kuota ini diberikan kepada mahasiswa sebagai bentuk kepedulian kampus di masa wabah Corona, sebab kemungkinan besar banyak mahasiswa sudah tidak mendapat lagi kiriman dana dari orang tua, maka subsidi kuota jadi kebijakan tepat guna meringankan para mahasiswa itu selama pembelajaran virtual tandas Profesor pertama dosen tetap yayasan Unismuh Makassar ini.

Subsidi kuota ini untuk pembelian kuota bagi mahasiswa yang sedang menjalani pembelajaran virtual atau learning from home (LFH) sesuai dicanangkan Kemendikbud RI.

Pendistribusian subsidi kuota internet ini belum maksimal, maka Unismuh Makassar menyepakati subsidi kuota ini melalui pemotongan uang semester dilakukan pada semester berikutnya.

Subsidi kuota ini sudah dilakukan pada semester berjalan, tetapi karena kesulitan pendistribusian, maka subsidi dalam bentuk pemotongan uang semester, yakni pada Agustus atau September 2020, tegas doktor ekonomi Islam PPs-Unair Surabaya ini.

Kebijakan subsidi kuota internet ini berlaku sampai waktu tidak ditentukan, sebab pandemi Covid-19, khususnya di Makassar belum ada tanda akan segera berlalu

Komentar

VIDEO TERKINI