Anggaran Terpakai untuk Covid-19, Lima Proyek Jalan dan Jembatan Batal

Sabtu, 11 Juli 2020 16:09

Proyek jalan. (Dok. Dinas PUTR Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Dinas PU dan Tata Ruang Sulsel berencana membatalkan lima proyek jalan dan jembatan di daerah.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulsel, Eddy Jaya Putra mengatakan, pembatalan proyek karena beberapa faktor. Salah satunya, terkait persiapan anggaran tidak terduga untuk penanganan Covid-19.

Makanya kondisi tersebut memengaruhi serapan anggaran hingga triwulan II. Masih ada Rp400 miliar lebih belum terpakai. Selain itu, ada beberapa kontrak yang baru berjalan, sehingga belanja modal yang ada tak terserap sepenuhnya.

“Rata-rata kan baru uang muka ke kontraktor. Belum pembayaran penuh. Jadi, serapan belum maksimal. Tetapi kita harapkan satu sampai dua bulan ke depan sudah bagus,” jelasnya kepada FAJAR, kemarin.

Dia menambahkan, pembatalan lima proyek ini akan terfokus di daerah-daerah. Pihaknya akan mengkaji infrastruktur yang masih bisa ditunda ke APBD Perubahan atau APBD 2021.

“Masih ada 20 proyek jalan dan jembatan yang tetap kami laksanakan tahun ini,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Sulsel, Muhlis menjelaskan, penggunaan anggaran pembangunan Stadion Mattoanging yang belum terserap membuat serapan Dispora lambat. Alasannya karena pandemi.

Sebetulnya, kata dia, hampir semua administrasi persialan baik DED dan AMDAL telah rampung. Hanya saja uji survei lapangan dan seminar belum dilakukan lantaran kondisi Makassar yang masih zona merah. Tim pun enggan bertatap muka untuk proses survei di masyarakat.

“Makanya sampai sekarang fisik belum dilelang. Selain itu ada proses refocusing anggaran. Jadi kami tunda dulu beberapa aktivitas persiapan di lapangan, sembari menunggu arahan,” bebernya kepada FAJAR.

Dia belum bisa memastikan kapan proses survei dan seminar akan berlangsung. “Tim ahli mewajibkan kami survei langsung masyarakat. Tetapi apa boleh buat. Tim lapangan kami takut turun ketemu masyarakat,” tambahnya. (ful/rif/fajar)

Komentar