Gunakan Helikopter Super Puma, Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi Bencana Banjir Masamba

Sabtu, 18 Juli 2020 19:26
Belum ada gambar

GUNAKAN PESAWAT HELI. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama segenap unsur Forkopimda Sulsel lainnya di atas Pesawat Helikopter Super Puma meninjau lokasi bencana banjir di Masamba.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –- Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr Ir Nurdin Abdullah bersama segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel lainnya, meninjau lokasi banjir yang melanda Luwu Utara lewat Udara, dengan menggunakan Helikopter TNI AU type Super Puma H-3213 dari Skadron Udara 6, Kamis (16/7/2020).

Pesawat yang diterbangkan Mayor Pnb Nugroho Tri/Kapten Ryan, Take Off di Bandara Bua Kabupaten Luwu pada pukul 11.02 Wita (mundur dari rencana awal berangkat jam 09.30 karena terkendala cuaca kurang bersahabat dan hujan).

Captain Pilot Mayor Pnb Nugroho Tri, ketika diminta keterangannya mengatakan, sebelum landing di Bandara Andi Jemma Masamba, Bapak Gubernur melalui interkom pswt request kepada Captain Pilot untuk memutari wilayah yang terdampak banjir demi melihat langsung kondisi rakyat Masamba yang tertimpa bencana.

“Walaupun dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan visibility terbatas, kami berusaha memenuhi permintaan Bapak Gubernur dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan sehingga bisa landing aman di Masamba pada pukul 11.40 WITA,” ungkap Captai Pilot Mayor Pnb Nugroho Tri.

Sementara itu, Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsda TNI Minggit Tribowo, S.IP, mengatakan, di samping mengerahkan Helikopter, untuk melakukan SAR, evakuasi Korban dan droping logistik, pihak TNI Angkatan Udara juga mengerahkan Pesawat Intai Strategis Boeing 737-200 untuk memantau situasi daerah yang terdampak banjir melalui udara.

Pesawat Intai Strategis Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, diterbangkan Kapten Pnb Panji Take Off dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 11.16 Wita menuju sasaran dan landing kembali pada pukul 13.34 Wita.

“Untuk untuk mempercepat pelaksanaan evakuasi korban banjir, maka TNI Angkatan Udara juga menyiapkan Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara untuk melakukan pencarian korban di sekitar pemukiman penduduk yang terdampak banjir.

Komando Batalyon Komando (Danyonko) 466 Paskhas Letkol Pas Arie Setyo Wibowo yang sekaligus sebagai Pimpinan Satgas menyebutkan, jumlah personel Paskhas yang ditugaskan dalam rangka mengavakuasi korban bencana banjir sebanyak 71 orang personel atau 2 SST (Satuan Setingkat Peleton).

Berdasarkan hasil pemantauan yang diperoleh dari laporan kru Pesawat Intai Strategis Boeing 737-200, penyebab banjir, diperkirakan karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan longsor yang cukup besar di Pegunungan yang mengarah ke sungai yang ada di Luwu Utara, terutama sungai yang membelah Ibu Kota Luwu Utara, Masamba. (lis)

Komentar