Genangan Bikin Macet, Pemeliharaan Drainase Tanpa Dampak

Sabtu, 16 Januari 2021 10:21

Pengendara menerobos air di Jalan AP Pettarani, Jumat 15 Januari. Air menggenangi ruas Jalan AP Pettarani mulai dari depan Kantor DPRD Makassar sampai depan Menara Phinisi UNM. (IDHAM AMA/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kondisi draenase di Kota Makassar cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun dilakukan pemeliharaan, tetapi hasilnya masih nol besar.

Masalah ini kerap terjadi tanpa solusi. Hujan baru sebentar, jalan-jalan di Kota Makassar sudah bergenang. Ketinggian air rata-rata 10 hingga 60 centimeter saat intensitas hujan tinggi.

Kemarin, beberapa ruas jalan dibuat macet. Bukan karena lalu lintas yang padat, tetapi genangan yang merendam hampir seluruh badan jalan. Membuat kendaraan yang melintas mau tidak mau harus melambat.

Tim Survei Lokasi Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Hasrul Hasan menyebut hingga saat ini memang masih tercatat banyak ruas jalan yang terbilang rawan.

Data yang dihimpun FAJAR, ada 27 ruas jalan yang masuk dalam prioritas pengerukan (lihat grafis). Ruas jalan tersebut dianggap rawan bergenang kala intensitas hujan tinggi.

“Proses pengerukan memang membutuhkan waktu yang lama. Ada beberapa penyebabnya. Selain medannya yang sulit, juga karena sidementasi begitu cepat memenuhi saluran,” ujar Hasrul, Jumat, 15 Januari.

Selain itu, daya tampung saluran kanal yang sudah berkurang menyebabkan terjadinya luapan air. Sedangkan volume air dari permukiman penduduk terus bertambah setiap tahunnya.

Faktor lainnya, kata Hasrul, saat ini terjadi pendangkalan pada saluran drainase. Hal ini juga yang menyebabkan daya tampung saluran kian menipis. Membuat air menumpuk tanpa arah.

“Yang masalah juga karena kurangnya kesadaran warga menjaga kebersihan. Dalam hal ini masih banyak warga yang memanfaatkan saluran air dan selokan sebagai tempat sampah,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan melakukan pengerukan. Butuh konektivitas saluran yang baik agar tidak terjadi penumpukan di saluran sekunder.

Komentar