Kemenkumham Sulsel Target Tahun Ini Raih Predikat WBBM

Selasa, 9 Februari 2021 17:30

Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto, (di tengah)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan (Sulsel) berkomitmen mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2021.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto mengatakan pencanangan zona integritas menuju WBBM difokuskan untuk satuan kerja Kanwil dan 5 UPT yang telah berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), serta bagi sejumlah UPT lainnya yang saat ini masih berjuang meraih WBK.

“Ini adalah salah satu upaya untuk terus konsisten meningkatkan pelayanan publik dan mencegah KKN, agar semua layanan dan pelaksanakan tugas dapat berjalan secara berintegritas dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” kata Harun Sulianto, dalam acara deklarasi janji kinerja dan pencanangan zona integritas menuju WBBM tahun 2021, di Makassar, Selasa (9/2/2021).

Momentum kali ini bagi Harun, adalah peneguhan janji kinerja yakni bentuk komitmen jajaran Kanwil Kemekumham Sulsel dalam memberikan pengabdian dan loyalitas terbaik kepada bangsa dan negara.

Ia menjelaskan tahun 2020 jumlah satuan kerja di lingkup Kanwil Kemenkumham Sulsel yang mendapat predikat WBK maupun WBBM mengalami kenaikan.

Tercatat, terdapat 3 satuan kerja yang meraih predikat WBK yakni, Kantor Wilayah, Bapas Watampone dan Rutan Pangkajene. Selanjutnya ada Kanim Kelas I TPI Makassar yang menjadi satu-satunya satuan kerja peraih predikat WBBM dari Kemenpan RB.

“Kami berharap, pada tahun 2021 jumlah satuan kerja yang mendapatkan predikat WBK/WBBM mengalami kenaikan, terkhusus untuk kantor wilayah bisa mendapatkan predikat WBBM,” ketusnya.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang turut menghadiri acara deklarasi tersebut, mengapresiasi langkah Kanwil Kemenkumham Sulsel.

Ia berjanji, pemerintah provinsi akan turut serta memberikan support untuk mewujudkan WBBM bagi Kanwil Kemenkumham Sulsel.

Komentar

VIDEO TERKINI