Ombak Tinggi, Nelayan Paksa Melaut

  • Bagikan

Himbauan tersebut telah dikelurkan sejak pertengahan Februari lalu. Tingginya curah hujan tidak hanya berpengaruh pada gelombang semata namun juga jarak pandang saat berada di laut. Meski demikian pihaknya belum mengeluarkan adanya larangan berlayar.

“Ini baru himbauan saja. Namun jika membahayakan akan ada larangan yang dikeluarkan,” akunya.

Salah seorang Nelayan, Umar membenarkan terjadinya gelombang tinggi beberapa hari terakhir ini. Namun dia tetap memaksakan untuk melaut.

“Mau diapa, saya tetap harus melaut. Tetapi tidak jahu ki ini melaut, takut ki juga, karena cuaca di laut gampang berubah,” kata pria asal Galesong saat ditemui di Pelabuhan Rakyat Paotere kemarin.

Hal serupa juga disampaikan oleh Hamsah. Nelayan yang bertugas sebagai nahkoda tersebut mengatakan gelombang tinggi sudah terjadi sejak tiga hari terakhir ini. Kebanyakan gelombang terjadi pada malam hari.

“Kalau tidak melautki tidak ada yang bisa dikerja. Jadi kita hati-hati saja dan jangan paksa jika cuaca lagi jelek (hujan deras),” tambahnya. (*/fajar)

  • Bagikan