Menunggu Taktik Golkar Makassar Rebut Pemilih Millenial

Rabu, 24 Maret 2021 19:38

Munafri Arifuddin. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, responden milenial menempatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai tiga besar di urutan teratas calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Bagaimana dengan figur lainnya yang selama ini digadang-gadang maju nyapres? Sebut saja salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Politisi senior Golkar Makassar Abdul Wahab Tahir menjawab dengan optimisme tinggi bahwa seiring berjalannya waktu tingkat penerimaan atau aksebilitas masyarakat khususnya pemilih milenial akan tumbuh positif.

Caranya dengan menempatkan anak muda itu sendiri dalam pengurus strategis partai Golkar. Dengan memberi jabatan proporsional di partai.

Pelibatan anak muda bukan sekedar pelengkap, tapi mengakomodir mereka dalam kepengurusan sebagai penentu keputusan. Menempatkan anak muda dalam posisi strategis, sehingga kaum muda merasa terwakili. Dengan begitu, mudah bagi mereka memutuskan bergabung dengan Golkar.

“Jika tingkat elektabilitas di pemilih milenial rendah, maka Golkar Makassar menjawab bakal mengakomodir kepengurusan Golkar Makassar 2021-2026 sekitar 70 persen diisi oleh anak muda. Dalam rangka memasifkan kampanye kita terhadap anak muda. Sehingga di 2024 nanti kita sukses di Pilpres, Pileg, Pilgub dan Pilwalkot Makassar. Yakin dan percaya Munafri Arifuddin akan menjawab tantangan itu,” papar Wahab lugas kepada fajar.co.id, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, pelibatan anak muda pada jabatan strategis, secara otomatis mereka akan mengendorse milenial lainnya untuk memilih Golkar. Yang senior hanya diposisikan sebagai penyumbang saran dan memberi contoh ke yang muda bahwa ketegasan itu penting.

“Itulah mengapa kami mengusung slogan Golkar baru Golkar tanpa sekat. Saya berharap Appi dengan strukutur kepengurusan yang dibentuknya bisa menjawab tantangan milenial kemudian menimbulkan daya tarik yang tinggi bagi milenial untuk agenda politik nasional maupun lokal,” tandasnya. (endra/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI