Dugaan Korupsi BPNT, Kadis Sosial Bulukumba Sebut Bank Mandiri Pilih E-Warung

Kamis, 2 September 2021 14:43

Ilustrasi BPNT

FAJAR.CO.ID,BULUKUMBA– Kepala Dinas (Kadis) Sosial Bulukumba H Syraifuddin menyebut tidak tahu menahu terkait adanya dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Bulukumba yang menjadi temuan Polda Sulsel.

Mantan Lurah Ballasaraja itu mengaku penyaluran uang BPNT, tidak pernah singgah di kabupaten, melainkan langsung ke rekening penerima manfaat.

Jumlah uang tersebut Rp 200 ribu, yang masuk ke rekening penerima manfaat, yang mereka belanjakan ke E-Warung, yang ditunjuk oleh pihak ketiga yakni Bank Mandiri.

“Saya tidak pernah tahu prosesnya ndik (wartawan,red), uangnyapun tidak pernah kita lihat, bahkan E-Warung saja tidak dia kenalka kalau saya kepala Dinas, karena Bank Mandiri yang tunjuk,” jelasnya.

Kepala Cabang Bank Mandiri Bulukumba yang berusaha ditemuk Fajar.co.id, Kamis, 2 September 2021 enggan ditemui.

“Maaf pak, Pak Kepala Cabang tidak bisa ditemui,” kata Security Bank Mandiri Bulukumba.

Koordinator Daerah Bantuan Sosial Pangan (BSP) Bulukumba, Ahmad Karyadi mengatakan BPNT sangat sulit untuk dimanipulasi apalagi dikorupsi, pasalnya semua penyaluran langsung ke tangan penerima manfaat melalui pihak ketiga.

Di Bulukumba katanya, KPM berjumlah 20.628 ribu, dimana setiap bulannya menerima Rp 200 ribu perbulan melalui rekening penerima masing-masing.

“Uang itu mereka belanjakan di E-Warung, untuk sembilan bahan pokok,” kata Karyadi.

Admin Bansos Bank Mandiri, Wahyu yang mengaku jika penunjukan E-Warung berdasarkan rekomendasi dari Dinas Sosial Bulukumba.

“Penunjukan E- Warung berdasarkan rekomendasi Desa atau lurah dan Dinas Sosial,” singkatnya.

Sebelumnya, Polda Sulsel mengendus dugaan korupsi penyaluaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sulsel. Temuannya di Takalar, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

Nilai anggaran BPNT dari empat kabupaten tersebut sebesar Rp30 miliar. Setelah dilakukan pemeriksan,Polda menemukan adanya indikasi dugaan kerugian negara sebesar Rp24 Miliar.

Komentar

VIDEO TERKINI