Antisipasi Keterlambatan, Andi Sudirman Minta Tender Proyek Besar Rampung Februari

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemprov Sulsel ingin mempercepat tender proyek untuk tahun ini. Jangan ada lagi yang molor yang menyebabkan gagal tender.

Bahkan, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menginginkan proyek yang tergolong besar bisa dilelang secepatnya.

Dia menekankan, program fisik yang memakan waktu harus segera ditender. Sebut saja pengerjaan jalan, rumah sakit, perampungan Masjid 99 Kubah paling lambat Februari.

Menurutnya, jika proyek tersebut tidak ditender secepatnya, maka pengerjaan akan tidak maksimal sebab akan terkendala waktu.

“Kapan tidak dilakukan itu maka dia akan molor. Contoh rumah sakit target pengerjaan 10 bulan, tidak boleh tayang di Februari. Kapan tayang februari setengah mati,” ucap Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (12/1/2022).

Sudirman juga menegaskan pemenang tender harus sudah bekerja di Februari atau awal Maret 2022. Apalagi paket yang anggarannya di atas Rp50 miliar harus sudah tayang.

Sudirman meminta agar Biro Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Sulsel, meneropong perusahan yang menjadi peserta lelang.

Perusahaan-perusahaan kecil harusnya dimasukkan dalam daftar hitam atau blacklist. Perusahaan yang baru coba-coba sangat rawan kata Sudirman. Kualitas dan track recordnya harus dipelajari dengan teliti.

“Ini stadion jangan sampai yang dipilih itu buangannya banyak tidak dilihat track record nya pernah membangun di mana. Kecepatan membangunnya bagaimana,” tegasnya.

“Rumah Sakit juga jangan sampai terjaga tidak kemampuannya. Lakukan kunjungan fisik. Kunjungi yang pernah mereka bangun lihat kontraknya semua,” sambungnya.

Menurutnya Biro Barjas harus rasional dalam melihat kinerja para perusahaan, bahkan jika perlu Barjas harus turun melalukan verifikasi di lapangan

“Memang barjas harus mengikuti aturan tapi pakai juga rasionalitas. Bahwa ini bisa tidak dikerjakan,” ujarnya. (ikbal/fajar)

  • Bagikan