Garansi Parpol Perlu Bukti, Baru Empat Dukungan B1 KWK

Sabtu, 1 Agustus 2020 12:04

Ilustrasi Pilkada 2020

FAJAR, MAKASSAR — Partai politik menggaransi Pemilihan Wali Kota Makassar diikuti empat pasangan calon. Tentunya perlu bukti.

Ada empat bakal pasangan calon yang menguat akan bertarung di Pilwalkot Makassar. Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, Irman Yasin Limpo-Zunnun Armin NH, dan Munafri Arifuddin-Rahman Bando.

Sejauh ini baru empat parpol yang memberikan dukungan dalam bentuk formulir B1 KWK. Nasdem, Gerinrda untuk M Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusi. Serta, PDIP dan PKB untuk pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda.

Formulir model B1 KWK selama ini menjadi acuan atau persyaratan administratif untuk tahapan pendaftaran di KPU. Bagaimana pasangan calon lainnya. Sisanya masih rekomendasi internal.

Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif menegaskan pasca adanya dukungan resmi dari DPP, pihaknya segera melakukan langkah-langkah konsolidasi. Garansi tak ada lagi perubahan. Apalagi sudah dalam bentuk B1 KWK.

“Semua potensi partai bergerak untuk memenangkan Danny-Fatma saat ini,” tegasnya. Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga memastikan berupaya meningkatkan elektabilitas calon yang diusungnya. “Sosialisasi tetap berjalan,” paparnya.

Pihaknya juga ikut memastikan agar semua syarat pendaftaran sudah terpenuhi. Sehingga, saat pendaftaran dukungan bisa langsung disetor. “Intinya kami sisa tunggu waktu pendaftaran,” imbuhnya.

Senada, Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan dukungan DPP tegas dan final. Rekomendasinya dalam bentuk B1 KWK ke Danny-Fatma. Ini diteken Ketum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

“Semua kader diminta secara militan untuk memenangkan calon ini. Sudah final dalam bentuk B1 KWK. Kami akan all out di pilwalkot,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini.

Sementara itu, DPW PKS Sulsel yang sebelumnya mantap mendukung Syamsu Rizal atau Deng Ical tampaknya mulai ragu. Apalagi pesaingnya, Irman Yasin Limpo atau None melobi langsung dukungan kepada Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri di Jakarta.

Komentar