PPP Mesti Hindari Kerikil Dualisme

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – – Perayaan Ultah ke-49 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi momentum berbenah. Apalagi setelah partai ini terlepas dari dualisme kepengurusan dari pusat sampai daerah yang sempat menjadi kerikil.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PPP, Muhammad Aras yang hadir langsung dalam gelaran HUT partai di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro Nomor 60 itu, berjalan khidmat dan memberikan pesan bermakna bagi jajaran kader yang hadir.

Aras menyampaikan PPP telah menjalani pasang surut dinamika, berhasil melewati segala terpaan gejolak dan ombak yang mengantarkan matangnya kedewasaan organisasi. Sirnanya dualisme, kembalinya salah satu icon sekaligus maskot PPP DKI Jakarta Haji Lulung menjelang wafatnya seolah memberi pesan bahwa PPP merupakan jalan kembali pulang yang sesungguhnya.

“Kita mesti menghindarkan diri dari pertikaian sekecil apapun, buang jauh kerikil-kerikil kecil yang hanya akan menghambat kerja-kerja partai kita. Dengan semangat kebersamaan kita harus yakin mendapatkan kemenangan di 2024 nanti,” kata Aras.

Legislator asal Sulsel ini menyampaikan seluruh kader mesti menjadi magnet kuat untuk membangun sikap militansi dan dikembangkan menjadi kekuatan akumulatif sehingga outpunya PPP kembali menjadi partai besar dan mendapatkan kemenangan di 2024.

Sementara Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa secara virtual menyampaikan bahwa jihad dalam bernegara saat ini sudah tidak lagi dengan menumpahkan darah sebagaimana di masa lalu. Paling utama meluruskan niat berpolitik semata-mata memperjuangkan agama Allah dan kepentingan masyarakat umum seperti halnya para pendiri telah ikhtiarkan bahwa sejarah awal mendirikan partai ini dilakukan dengan tirakat dan munajat sepenuh hati kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aalaa.

“Kedua, teruslah mendekat kepada para ulama, karena pada dasarnya PPP lahir dari rahim dan ridhonya para ulama nusantara untuk memperjuangkan suara umat dalam rangka mewujudkan etika bernegara yang rahmatan lil ‘alamin,” kata Suharso.

  • Bagikan