Kapolda: Cakupan Vaksinasi Sulsel Capai 25,7 persen

Rabu, 25 Agustus 2021 14:09

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam menyebut untuk cakupan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah Sulsel saat ini telah mencapai 27,5 persen.

Hal itu disampaikan Merdisyam saat meninjau vaksinasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar, Rabu, Rabu 25 Agustus. “Target vaksin yang ada saat ini secara keseluruhan Sulsel memang baru 27,5 persen. Tetapi, kalau dilihat dari jumlah vaksin yang diterima, kita sudah mencapai 88,8 persen,” katanya.

Kata dia, pencapaian vaksinasi ini cukup tinggi, sehingga pihaknya terus mengejar pencepatan vaksinasi bagi masyarakat. Sedangkan untuk suplai vaksin tersebut, juga diminta untuk didistribusikan segera, agar membantu proses percepatan vaksin kepada masyarakat bisa segera terpenuhi.

Untuk vaksinasi massal ini kata dia, ditargetkan 2.000 orang, sebagai bagian dari bakti sosial Polda Sulsel kerja sama dengan komunitas nelayan tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Makassar serta dirangkaikan hari ulang tahun Akpol angkatan 94, kini berusia 27 tahun.

“Paling penting kita berkeinginan target vaksinasi ini bisa mencapai minimum 80 persen, sehingga terbentuk herd Immunity (kekebalan kelompok),” harapnya.

Perwira tinggi Polri berpangkat dua bintang ini juga menyampaikan, kepada masyarakat yang telah divaksin, jangan merasa sudah keba dari serangan virus. Tetap mematuhi protokol kesehatan, wajib penggunaan masker, cuci tangan, menjaga kontak langsung.

“Apapun setelah vaksin masker kita menjadi kebutuhan, tidak boleh dilepas (sedang beraktivitas). Dan jangan percaya hoaks vaksin itu begini, begitu. Vaksin ini halal sudah mendapat predikat dari MUI dan aman sudah mendapat pengakuan dari Balai POM serta sudah digunakan puluhan juta,” paparnya.

Kendati adanya informasi bahwa bagi yang telah divaksin bisa juga kena COVID-19, kata Merdisyam membenarkan, hanya saja tidak parah, dan pemulihan sangat cepat.Namun dari sejumlah kasus, banyak meningal saat ini adalah 90 persen, belum divaksin. Artinya, memang vaksin harus menjadi syarat utama pencegahan pandemi.

Komentar

VIDEO TERKINI